,,WelComE,,,,,,,,,,,,,,

,,Selamat datang di blog_ku,,,,

Selasa, 22 Juni 2010

Cowok Sok Pahlawan?

Posted in OnlyBoy, Pernik by Hasna Hawwa on the November 29th, 2009


Cewek emang seneng ama cowok yang baik hati dan siap menolong. Bener nggak sih itu tabiat cowok? Gimana juga kalau malah sok pahlawan?

Suatu hari, sepulang dari aksi unjuk rasa di Bunderan HI, serombongan akhwat mau pulang dengan naik kereta listrik (KRL). Eh, mungkin karena sedang meleng, seorang akhwat nyaris celaka. Doski nggak sadar kalau KRL yang akan dinaikinya sudah akan berangkat, sementara sebelah kakinya masih ada di luar KRL. Beruntung, seorang ikhwan dengan sigap menarik tangan sang akhwat ke dalam KRL sehingga tidak nyungsep jatuh di pelataran stasiun, apalagi ke kolong KRL (hiii!). Merasa udah diselamatin jiwanya, sang akhwat berkali-kali ngucapin syukron en jazakallah khairan pada ‘the hero’, cowok tadi. Reaksi sang cowok? Nggak tahu, mesem-mesem kalee ya!

Cowok, berjiwa penolong?

Ehm, adegan ‘tolong menolong’ macam begitu jamak betul ada di mana-mana. Di film-film superhero kayak Spiderman en Batman, nggak keitung berapa kali kedua hero itu bikin penyelamatan. Apalagi kalau korbannya cewek, wah, kayaknya seru banget. Inget kan waktu Spidey nyelamatin Mary Jane (MJ) dari serangan Goblin di atas balkon?

Gara-gara ‘tugas’ superhero-nya itu, Peter Parker alias ’si muka jaring’ Spiderman sempat depresi. Ia jadi nggak punya kehidupan pribadi. Ngerasa harus mengutamakan orang lain ketimbang kuliahnya, karirnya dan asmaranya ama MJ. But, kembali ia tersadarkan bahwa ia emang dikaruniai kekuatan untuk menolong orang lain. “Great power has great responsibility,” pesan Pamannya, Ben, yang meninggal di pangkuannya setelah di-dor pencoleng kelas teri.

Dari semua kejadian tolong menolong kayak begitu, cowok selalu dipandang sebagai pahlawan. Punya jiwa penolong yang gede. Apalagi kalau yang ditolongnya cewek, ghirah kepahlawannya jadi makin naik. Ini nggak cuma berlaku di dongeng klasik macam Sleeping Beauty atau Snow White, ada pangeran berkuda dengan zirah besi dan sebilah pedang, menyelamatkan putri nan cantik dari cengkraman penyihir jahat atau ular naga. Atau hanya ada di komik atau film macam Spiderman dan sejenisnya, tapi kejadian seperti itu emang riil. Pada Cowok melekat sosok pahlawan, juga sok pahlawan.

Coba deh amati sekitarmu. Di sekolah atau di kampus, kalau ada cowok yang ngeliat kamu (cewek) dalam kesulitan, misalnya susah markirin motor atau mobil, berat bawa bahan praktikum, atau kesusahan apa aja deh, selalu aja ada cowok yang siap menawarkan bantuan. Malah ada seorang cowok yang rela ngebiayain kuliah tunangannya sampai lulus. Ck, ck, ck.

Ini nggak cuma bantuan yang sifatnya fisik, tapi juga moril. Cowok itu hampir selalu siap jadi teman curhat. Itu sebabnya nggak sedikit cewek yang lebih senang berkawan ama cowok. Selain nggak terlalu ember, mahluk-mahluk maskulin ini kayaknya kok bisa ngemong dan melindungi.

Kok bisa begitu sih?

Bro ‘n’ sis, nggak bisa dibohongin kalo cowok dan cewek itu punya karakter yang beda banget. Nggak cuma fisiknya, tapi juga ternyata mentalitas dan cara berpikirnya. Menurut penelitian para pakar neurologi – ilmu yang menelaah otak manusia –, ada perbedaan otak pria dan wanita. Biologi para cowok didominasi hormon-hormon macam testosteron yang mendorong mereka jadi agresif, hasrat berburu kekuatan sosial, ambisi dan kemandirian. Cowok juga lebih banyak diisi hormon vasopressin yang bikin cowok jadi mementingkan teritorialitas, hierarki, kompetisi dan ketekunan. Cowok emang dikaruniai semangat untuk menunjukkan keberanian dan semangatnya, juga mengorbankan diri untuk kehormatan dan kekuasaan.

Jaga niat, Bro!

Bukan namanya Islam kalo nggak ngedorong umatnya cinta kebaikan, termasuk untuk menolong sesama. “Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.”(Al Maidah: 2). So, asas dari tolong menolong adalah kebaikan dan takwa, bukan yang lain. Abu Bakar ash-Shiddiq ra, misalkan, dikenal sebagai orang yang gemar menolong, khususnya untuk para wanita lansia (lanjut usia). Biasanya, setiap pagi sahabat Nabi saw. ini mendatangi rumah mereka untuk memerah susu kambing bagi mereka. Eh, kebiasaan ini nggak berhenti meski beliau sudah diangkat menjadi khalifah, kepala negara Islam. Seorang bocah kecil malah memanggilnya sebagai ‘tukang perah susu’ padahal waktu itu beliau sudah jadi kepala negara daulah khilafah.

Seorang muslim – juga muslimah – kudu bermental sosial. Siap menolong sesama yang kesusahan. Nggak usah diminta, kalo emang ada orang yang sedang kena musibah ya segeralah memberi pertolongan. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah mencukupi kebutuhannya, dan barangsiapa yang melepaskan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melepaskannya dari kesulitan-kesulitan di Hari Kiamat.”(HR Bukhari)

But, semua kudu dilandasi niat yang tulus, nggak mengharapkan pamrih atau imbalan. Kata sebagian ulama, ciri pamrih itu adalah nggak peduli orang mau muji atau nyela tetap aja kita beramal soleh. Jadi, jangan karena yang lagi butuh bantuan seorang akhwat yang ‘macan’ alias manis dan cantik, mendadak kita jadi pahlawan. Tapi kalo yang kena musibahnya nenek-nenek, kita cuek bebek. Duileh, tengil banget!

Bedanya berjiwa pahlawan dengan sok pahlawan, adalah ketulusan itu. Orang yang berjiwa pahlawan (artinya orang yang mencari pahala) berbuat emang nyari pahala. Tapi mereka yang sok pahlawan, berbuat baik karena ada udang di balik batu, alias mejret! Ia berbuat baik karena cari muka atau mengharapkan balasan dari orang yang ditolongnya.

So, ilangin deh prinsip berbuat ala kapitalis. Bahwa, setiap jasa baik itu ada harganya. Atau, sebagai investasi di masa mendatang. Maksudnya, kalau kita berbuat baik pada orang sekarang, kali-kali aja besok atau lusa kita butuh bantuannya. Itu mah namanya asas manfaat. Menolong orang – siapapun dia – nggak ada istilah rugi. Karena semua dicatat sebagai pahala di sisi Allah Swt. Rasulullah saw. pernah bercerita bahwa dulu ada orang yang ingin bersedekah, tapi ternyata berturut-turut sedekahnya jatuh kepada orang-orang jahat; seorang pelacur, pencuri dan orang kaya yang bakhil. Bukannya menyesal, ia malah bertasbih, memuji Allah Swt. Kemudian orang ini didatangi malaikat yang berkata, “Sedekahmu sudah diterima oleh orang yang engkau sedekahi. Adapun pelacur itu semoga dia berhenti dari perbuatan melacur; kepada si kaya, semoga ia menyadari dirinya dan mau bersedekah; si pencuri, semoga ia berhenti mencuri.”(HR Muslim)

Nah, mulai sekarang jangan ragu berjiwa pahlawan. Jadilah orang yang siap menolong sesama, pasti dijamin dapat surga. Amin![januar]

[diambil dari Majalah SOBAT Muda, edisi 13/Oktober 2005]

(Dikutip dari : http://www.gaulislam.com/cowok-sok-pahlawan)

Cewek Agresif, Disuka Atau Ditakuti?

Posted in OnlyBoy by Farah Zuhra on the December 28th, 2008


Katanya, cowok itu adalah mahluk pemburu. Termasuk memburu wanita yang disukainya. Tapi gimana kalo kemudian terbalik, pemburu jadi yang diburu?

Budi, sebut aja begitu namanya, jadi ngerasa risih belakangan ini. Cowok yang jadi aktivis pengajian ini sering nerima telepon dari seorang cewek. Tuh cewek suka nanya-nanya aneka masalah agama. Nggak cuma itu, aneka kue juga sering dikirim ke rumah Budi.

Awalnya sih Budi respek. Namanya juga orang butuh bantuan perlu dibantu dong. Tapi lama kelamaan dia jadi risih juga. Abis tuh cewek sering banget nelepon. Seminggu bisa beberapa kali. Orang rumah jadi pada apal. Tinggal Budi yang kelimpungan. Mau terima atau nolak telepon dari cewek itu.

Lain Budi, lain Gugun. Cowok yang masih duduk di bangku SMA ini sering nerima SMS dari banyak cewek. Isinya nggak main-main, rata-rata ngajak kenalan bahkan pengen ?jadian’. Maklum Gugun adalah pelajar populer di sekolahnya. Udah pinter, kaya, cute lagi. Ngadepin aneka ajakan kenalan dan jadian itu, Gugun diem aja. Bingung, ya Gun?

Yang iseng, yang serius

Dari dulu sampai sekarang, mahluk yang namanya cowok diidentikkan sebagai pemburu. Termasuk memburu mahluk yang bernama perempuan. Kalo udah ada cewek yang ditaksirnya, nyebrang lautan juga dilakukan. Jangankan nunggu setahun, seribu tahun juga bakal ditongkrongin. Ya seenggaknya itu kata Jikustik dalam lagunya. Masyarakat juga maklum dengan hal ini. Kalo ada cowok yang rajin PDKT, mereka bisa menerima.

Tapi gimana kalo kemudian ceweknya yang agresif? Memburu cowok?

Jaman sekarang emang ngebawa perubahan. Termasuk tabiat manusianya. Nah, dalam urusan hubungan dengan lawan jenis, ternyata nggak sedikit cewek yang berani menampakkan rasa sukanya secara terang-terangan pada lawan jenis. Caranya macam-macam. Mulai dari sering kirim SMS, sering nelepon, ngasih makanan atau hadiah, sampai terbuka ngajak jadian.

Beda banget dengan masa lalu ketika para ceweknya umumnya pasif dan pemalu. Paling banter hanya berani ngasih senyuman dan kerlingan mata pada cowok yang ditaksirnya. Tapi kalo nguber cowok? Malu banget dan ngejatuhin harga diri.

Makin agresifnya kaum cewek paling gampang dilihat saat mereka nguber-nguber selebritis. Entah kesurupan atau emang udah nggak inget malu lagi, banyak cewek memburu para pujaannya. Jejeritan, minta tanda tangan sampe minta dipeluk dan dicium.

Yang lebih agresif adalah yang disebut groupie, para penggemar yang rela hunting mati-matian supaya bisa ketemu penggemarnya. Konon nggak sedikit fans yang rela ?tidur’ dengan bintang pujaannya. Alamak.

Ada beberapa alasan kenapa mahluk dari Venus ini berani memburu kaum Mars. Di antaranya karena tuh cowok populer. Di mana-mana barang bagus emang diincer banyak orang. Nah, daripada keduluan orang mendingan saling mendahului. Konon ada salah seorang personil grup band lokal yang ngetop pernah diculik beberapa cewek fans-nya, dan terjadilah ?hal-hal’ yang diinginkan. Astaghfirullah!

Apalagi sekarang ini konon jumlah perempuan jauh lebih banyak ketimbang laki-laki. Bisa jadi ini mendorong mereka untuk berprinsip siapa cepat dia dapat.

Ada juga cewek yang agresif karena emang ?nakal’. Cewek model ini emang bangga banget kalo bisa menaklukkan cowok yang diincernya. Bukan karena dia suka ama tuh cowok, tapi semata untuk memuaskan hasrat berkuasanya. Jadilah tuh cewek memburu dari satu cowok ke cowok lainnya.

Takut dan bete

Tapi gimana sih tanggapan para cowok soal cewek yang agresif? Apa mereka suka karena kan nggak usah kerja keras ?memburu’ cewek?

“Nggaklah,” jawab Fathul tegas. Cowok yang lagi kuliah di satu PTS di Bogor ini mengaku nggak suka dengan cewek yang agresif. Alasannya? Doski ngeliat tuh cewek berpeluang besar untuk ngelakuin perbuatan dosa. “Seperti berkhalwat,” lanjutnya.

Senada dengan Fathul adalah Agus. Cowok ini malah menyatakan cewek agresif bisa ngerusak rumah tangga orang yang sudah menikah. Mungkin Agus ngeliat banyak cewek yang juga berani memburu cowok yang udah jelas-jelas married.

Umumnya, cowok emang ngerasa risih kalo diburu cewek. Mereka ngerasa privasinya terganggu. Mau apa aja jadi susah. Mereka juga takut citranya jadi rusak gara-gara agresivitas tuh cewek.

Cowok seneng kalo dibutuhkan oleh lawan jenisnya. Apalagi disukai oleh mereka. Tapi kalo sudah melampaui batas; sering nelepon & SMS, sering ngirim hadiah, apalagi sampai menguntit ke manapun tuh cowok pergi, nggak ada satu orang cowok pun yang suka. Bukannya bangga mereka malah jadi takut. Jangan-jangan tuh cewek posesif atau kelainan jiwa.

Cowok malah lebih suka pada perempuan yang ngejaga sikap dengan lawan jenis. Ya istilahnya ?malu-malu kucing’ deh. Meski tuh cowok tahu bahwa cewek itu suka padanya, tapi sikap pemalu sang cewek justru bikin penasaran sang cowok.

Suer, kebanyakan cowok malah lebih suka ?hukum asal’ pergaulan. Bahwa cowoklah yang harus memburu kaum Hawa. Bukan sebaliknya. Buat seorang cowok, ada kebanggaan tersendiri kalau bisa mendapatkan pujaan hatinya dengan sebuah perjuangan.

Buat kamu, akhwat, suka pada lawan jenis ya sah-sah aja. Dan sebetulnya nggak ada larangan kok seorang cewek ?nembak’ duluan seorang cowok. Tentu saja itu semua ditujukan untuk pernikahan, bukan having fun semisal pacaran.

Ibunda Khadijah ra. dahulu juga melakukan demikian. Beliau mengutus seorang kerabatnya untuk meminta Rasulullah saw. agar melamarnya. Nabi kita yang mulia ini, yang tahu bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang mulia – gelarnya Afifah Thahirah (perempuan suci dan bersih) -, lalu melamar dan menikahi Khadijah. Langkah seperti itu boleh aja. Lagipula nggak menjatuhkan harga dirimu, girlz, di hadapan cowok.

Tapi kalo agresif memburu cowok, maka seorang cowok yang baik bakal berpikir lima belas kali untuk menerimamu. Selain itu, dengan seringnya seorang cewek memburu cowok, jelas mengganggu privasinya.

Trik menghindar

Bro, kalau ternyata ada cewek yang dirasa ?memburu’mu, maka kamu kudu hati-hati. Jaga-jaga kalo dia melakukan sesuatu yang mengganggu kehidupan pribadimu. Ada beberapa trik yang bisa kamu ambil untuk menghindari gangguan cewek agresif, yaitu:

Jangan beri harapan. Ada tipikal perempuan yang gampang kegeeran. Ngerasa kamu perhatian padanya padahal kamu sendiri memperlakukan sama seperti pada teman-temanmu yang lain. Hal ini jelas susah diketahui. Tapi yang paling gampang adalah jangan kelihatan memberi harapan pada seorang cewek. Kamu bisa menghancurkan hatinya. Misalnya sering ngebecandain dia, rutin ngirim SMS, atau pinjem dan minjemin sesuatu, apalagi sampe jalan bareng. Itu artinya kamu udah ngasih peluang pada tuh cewek. Ada batas pergaulan yang diatur syara’, bro. Jangan dilanggar.

Alihkan pada orang lain. Misalnya ada kasus seperti menimpa Budi, ada cewek yang pengen curhat, maka alihkan pada temanmu yang cewek juga. Kasih dia saran supaya menghubungi teman yang sesama akhwat. Kalo perlu bilang bahwa demi kebaikan bersama dan menghindari fitnah, seorang wanita sebaiknya curhat pada wanita lagi.

Jangan sembarangan memberi nomor telepon. Ini untuk menghindari ?hujan’ telepon atau SMS. Kalo memang ada keperluan lebih aman berikan saja alamat e-mail. Dengan begitu kamu bakal terhindar dari kontak langsung dengan itu cewek.

Tunjukkan kalo kamu nggak suka. Ini penting untuk memberi sinyal padanya bahwa apa yang dilakukan itu cewek udah mengganggu privasimu. Caranya, nggak usah membalas SMS atau menerima telepon darinya.

Tolaklah dengan baik. Kalo cara di atas nggak juga dipahami oleh tuh cewek, maka sampaikan terus terang kalau kamu nggak berkenan melanjutkan hubungan dengannya. Bisa secara langsung atau melalui perantara orang lain yang bisa dipercaya dan bisa menyampaikan dengan cara baik-baik.

Minta bantuan pihak berwenang. Adakalanya seorang cewek agresif terus nekat memburu. Nah kalo sudah begitu kamu kudu minta bantuan pihak ketiga. Misalnya ortumu minta menasihati cewek itu. Atau kalau memungkinkan ya ortu itu cewek. Tapi kalo masih nggak mempan juga ya apa boleh buat kudu minta bantuan aparat keamanan. Oke, semoga sukses menghindari uberan cewek agresif. [januar]

[diambil dari Majalah SOBAT Muda, edisi 22/September 2006]

(Dikutip dari : http://www.gaulislam.com/cewek-agresif-disuka-atau-ditakuti)

ciri-ciri wanita solehah

Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.'' (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).

Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi 'yang terbaik', sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.

(tulisan seseorang yg sedang mencari istri shalehah)


(Dikutip dari : achmad-khotib)

komitmen muslim sejati

Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada
(hanan)
***

Pernahkah saudara-saudara melihat seorang bidadari? Bidadari yang bermata jeli. Yang kabarnya sangat indah dan jelita. Saya yakin kita semua belum pernah melihatnya. Kalau begitu mari kita ikuti percakapan antara Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha tentang sifat-sifat bidadari yang bermata jeli.
—-
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”

Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
—-
Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.

Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.

Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.

Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.

Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualitas dirimu, agar Allah ridha kepadamu.

(Dikutip dari : achmad-khotib)

Islam & Ekonomi

Pendahuluan
Krisis moneter melanda di mana-mana, tak terkecuali di negeri kita tercinta ini. Para ekonom dunia sibuk mencari sebab-sebabnya dan berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan perekonomian di negaranya masing-masing. Krisis ekonomi telah menimbulkan banyak kerugian, meningkatnya pengangguran, meningkatnya tindak kejahatan dan sebagainya.
Sistem ekonomi kapitalis dengan sistem bunganya diduga sebagai penyebab terjadinya krisis. Sistem ekonomi Islam mulai dilirik sebagai suatu pilihan alternatif, dan diharapkan mampu menjawab tantangan dunia di masa yang akan datang.
Al-Qur'an telah memberikan beberapa contoh tegas mengenai masalah-masalah ekonomi yang menekankan bahwa ekonomi adalah salah satu bidang perhatian Islam. "(Ingatlah) ketika Syu'aib berkata kepada mereka (penduduk Aikah): 'Mengapa kamu tidak bertaqwa?' Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang telah mendapatkan kepercayaan untukmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atilah aku. Aku sama sekali tidak menuntut upah darimu untuk ajakan ini, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan Penguasa seluruh alam. Tepatilah ketika kamu menakar dan jangan sampai kamu menjadi orang-orang yang merugi. Timbanglah dengan timbangan yang tepat. Jangan kamu rugikan hak-hak orang (lain) dan janganlah berbuat jahat dan menimbulkan kerusakan di muka bumi." (Qs.26:177-183)

Prinsip-prinsip Ekonomi
Ilmu ekonomi lahir sebagai sebuah disiplin ilmiah setelah berpisahnya aktifitas produksi dan konsumsi. Ekonomi merupakan aktifitas yang boleh dikatakan sama halnya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, sehingga kemudian timbul motif ekonomi, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Prinsip ekonomi adalah langkah yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan sistem ekonomi ada berbagai macam, di antaranya:
Sistem Ekonomi Kapitalis
Prinsip ekonomi kapitalis adalah:
- Kebebasan memiliki harta secara persendirian.
- Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas.
- Ketidaksamaan ekonomi.
Sistem Ekonomi Komunis
Prinsip ekonomi komunis adalah:
- Hak milik atas alat-alat produksi oleh negara.
- Proses ekonomi berjalan atas dasar rencana yang telah dibuat.
- Perencanaan ekonomi sebagai rencana / dalam proses ekonomi yang harus dilalui.
Sistem Ekonomi Sosialis
Prinsip ekonomi sosialis adalah:
- Hak milik atas alat-alat produksi oleh koperasi-koperasi serikat pekerja, badan hukum dan masyarakat yang lain. Pemerintah menguasai alat-alat produk yang vital.
- Proses ekonomi berjalan atas dasar mekanisme pasar.
- Perencanaan ekonomi sebagai pengaruh dan pendorong dengan usaha menyesuaikan kebutuhan individual dengan kebutuhan masyarakat.
Indonesia memiliki sistem ekonomi sendiri, yaitu sistem demokrasi ekonomi, yang prinsip-prinsip dasarnya tercantum dalam UUD'45 pasal 33.

Adakah Ekonomi Islam?
Sistem kapitalis yang saat ini banyak dipergunakan telah menunjukkan kegagalan dengan mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi. Sistem ekonomi Islam sebagai pilihan alternatif mulai digali untuk diterapkan sebagai sistem perekonomian yang baru. Bagaimanakah sistem ekonomi Islam itu? Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengan sistem ekonomi yang lain, dimana dalam sistem ekonomi Islam terdapat nilai moral dan nilai ibadah dalam setiap kegiatannya.
Prinsip ekonomi Islam adalah:
- Kebebasan individu.
- Hak terhadap harta.
- Ketidaksamaan ekonomi dalam batasan.
- Kesamaan sosial.
- Keselamatan sosial.
- Larangan menumpuk kekayaan.
- Larangan terhadap institusi anti-sosial.
- Kebajikan individu dalam masyarakat.

Konsep Ekonomi Islam
Islam mengambil suatu kaidah terbaik antara kedua pandangan yang ekstrim (kapitalis dan komunis) dan mencoba untuk membentuk keseimbangan di antara keduanya (kebendaan dan rohaniah). Keberhasilan sistem ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika yang diperlukan manusia. Sumber pedoman ekonomi Islam adalah al-Qur'an dan sunnah Rasul, yaitu dalam:
- Qs.al-Ahzab:72 (Manusia sebagai makhluk pengemban amanat Allah).
- Qs.Hud:61 (Untuk memakmurkan kehidupan di bumi).
- Qs.al-Baqarah:30 (Tentang kedudukan terhormat sebagai khalifah Allah di bumi).
Hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut diperoleh ketentuannya dengan jalan ijtihad.

Dasar-dasar Ekonomi Islam:
Dasar-dasar ekonomi Islam adalah:
1) Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat, tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan baik jasmani maupun rohani secara seimbang, baik perorangan maupun masyarakat. Dan untuk itu alat pemuas dicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam tetap terjaga.
2) Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula.
3) Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar.
4) Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta, oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki.
5) Pada batas tertentu, hak milik relatif tersebut dikenakan zakat.
6) Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang.
7) Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja.

Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut:
Nilai dasar sistem ekonomi Islam:
1) Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan.
2) Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia.
3) Keadilan antar sesama manusia.
Nilai instrumental sistem ekonomi Islam:
1) Kewajiban zakat.
2) Larangan riba.
3) Kerjasama ekonomi.
4) Jaminan sosial.
5) Peranan negara.
Nilai filosofis sistem ekonomi Islam:
1) Sistem ekonomi Islam bersifat terikat yakni nilai.
2) Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik, dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus.
Nilai normatif sistem ekonomi Islam:
1) Landasan aqidah.
2) Landasan akhlaq.
3) Landasan syari'ah.
4) Al-Qur'anul Karim.
5) Ijtihad (Ra'yu), meliputi qiyas, masalah mursalah, istihsan, istishab, dan urf.

Ekonomi Islam dan Tantangan Kapitalisme
Perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi yang lain adalah:

* Asumsi dasar / norma pokok maupun aturan main dalam proses ataupun interaksi kegiatan ekonomi yang diberlakukan. Dalam sistem ekonomi Islam asumsi dasarnya adalah syari'ah Islam, diberlakukan secara menyeluruh baik terhadap individu, keluarga, kelompok masyarakat, usahawan maupun penguasa/pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk keperluan jasmaniah maupun rohaniah.
* Prinsip ekonomi Islam adalah penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam.
* Motif ekonomi Islam adalah mencari keberuntungan di dunia dan di akhirat selaku khalifatullah dengan jalan beribadah dalam arti yang luas.

Berbicara tentang sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis tidak bisa dilepaskan dari perbedaan pendapat mengenai halal-haramnya bunga yang oleh sebagian ulama dianggap sebagai riba yang diharamkan oleh al-Qur'an.
Manfaat uang dalam berbagai fungsi baik sebagai alat penukar, alat penyimpan kekayaan dan pendukung peralihan dari sistem barter ke sistem perekonomian uang, oleh para penulis Islam telah diakui, tetapi riba mereka sepakati sebagai konsep yang harus dihindari dalam perekonomian.
Sistem bunga dalam perbankan (rente stelsel) mulai diyakini oleh sebagian ahli sebagai faktor yang mengakibatkan semakin buruknya situasi perekonomian dan sistem bunga sebagai faktor penggerak investasi dan tabungan dalam perekonomian Indonesia, sudah teruji bukan satu-satunya cara terbaik mengatasi lemahnya ekonomi rakyat.
Larangan riba dalam Islam bertujuan membina suatu bangunan ekonomi yang menetapkan bahwa modal itu tidak dapat bekerja dengan sendirinya, dan tidak ada keuntungan bagi modal tanpa kerja dan tanpa penempatan diri pada resiko sama sekali. Karena itu Islam secara tegas menyatakan perang terhadap riba dan ummat Islam wajib meninggalkannya (Qs.al-Baqarah:278), akan tetapi Islam menghalalkan mencari keuntungan lewat perniagaan (Qs.83:1-6)

Krisis Ekonomi: Agenda Penyelesaian Ekonom Muslim
Krisis ekonomi disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain:
- Menurunnya kualitas moral/mental, bisa dikatakan sebagai faktor yang paling penting.
- Keadilan yang tidak merata (kolusi).
- Tidak adanya keterbukaan/transparansi oleh pemerintah dalam berbagai hal.
- Merebaknya sistem perekonomian yang menggunakan sistem riba.
Di samping hal-hal tersebut di atas, masih banyak faktor lain yang mendorong terjadinya krisis ekonomi, misalnya suasana politik yang tidak stabil, persaingan yang tidak sehat, krisis kepercayaan, dan ada satu hal yang saat ini sedang banyak dibicarakan oleh para ekonom, yaitu bahwa sistem ekonomi yang ada sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan, sehingga adanya suatu sistem perekonomian dengan formula yang baru.
Adapun konsep pelaksanaan kegiatan ekonom Muslim dalam mengatasi krisis (terutama yang terjadi di Indonesia), secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Pendidikan moral/mental mutlak harus ditingkatkan, baik dari tingkat orang-per-orang, rumah tangga, masyarakat, maupun negara. Dan nuansa moral inipun harus dapat selalu didengungkan dalam setiap kegiatan baik dalam berpolitik, berekonomi, berbudaya, dan lain sebagainya.
2. Keadilan yang merata meliputi berbagai bidang, di antaranya: Pemerataan peningkatan sumber daya manusia, pemerataan keadilan dalam pelaksanaan hukum, dalam arti bahwa setiap pelanggar harus mendapatkan sanksi yang tegas.
3. Adanya transparansi/keterbukaan dalam setiap kegiatan yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Melacak sumber yang menyebabkan krisis (tegantung krisis apa).
5. Menerapkan sistem ekonomi Islam dan menghapus praktek pembungaan uang.

(Pendapat Dumairy, MA - dosen dan pengamat ekonomi Islam - 1998)

Kesimpulan
Perekonomian sebagai salah satu sendi kehidupan yang penting bagi manusia, oleh al-Qur'an telah diatur sedemikian rupa. Riba secara tegas telah dilarang karena merupakan salah satu sumber labilitas perekonomian dunia. Al-Qur'an menggambarkannya sebagai orang yang tidak dapat berdiri tegak melainkan secara limbung bagai orang yang kemasukan syaithan.
Hal terpenting dari semua itu adalah bahwa kita harus dapat mengembalikan fungsi asli uang yaitu sebagai alat tukar / jual-beli. Memperlakukan uang sebagai komoditi dengan cara memungut bunga adalah sebuah dosa besar, dan orang-orang yang tetap mengambil riba setelah tiba larangan Allah, diancam akan dimasukkan ke neraka (Qs.al-Baqarah:275). Berdirinya Bank Muamalat Indonesia merupakan salah satu contoh tantangan untuk membuktikan suatu pendapat bahwa konsepsi Islam dalam bidang moneter dapat menjadi konsep alternatif.

Daftar Pustaka:

1. M.Rusli Karim (Editor), Berbagai Aspek Ekonomi Islam, P3EI UII Yogyakarta, PT.Tiara Wacana, YK-1992.
2. Thahir Abdul Muhsin Sulaiman, Menanggulangi Krisis Ekonomi Secara Islam, Terjemahan Ansori Umar Sitanggal, Al-Ma'arif Bandung-1985.
3. Lembar Jum'at Al-Miqyas - Edisi 71: Suku Bunga Tinggi atau Rendah Sama Saja, Forum Studi Al-Ummah, YK-1996.
4. Afzal-Ur-Rahman, Doktrin Ekonomi Islam.
5. Sayid Sabiq, Unsur Dinamika Islam.
6. Dr.Budiono, Ekonomi Mikro, BPFE-UGM.

(Dikutip dari : http://bimcrot.tripod.com/global/isnom.html)

Senin, 21 Juni 2010

Pacaran? Huahaha… Kuno!

Posted in Buletin Studia Tahun Ke-empat by abu fikri on the April 19th, 2007


Sori, dengan judul seperti ini bukan maksud kita mau ngeledekin kamu-kamu yang pacaran, tapi kita mau menertawakan kamu-kamu yang pacaran. Lho, sama aja atuh ya? Jangan bingung begitu deh, karena memang itulah faktanya. Pacaran, adalah aktivitas yang udah kuno. Mungkin bukan saja kuno, tapi sekaligus norak. Bener lho.

Kenapa sih? Islam, sebagai agama �modern’ dan mencerahkan pemikiran, selalu memberikan yang terbaik untuk pemeluknya. Misalnya saja, di jaman purbakala, saat manusia terbiasa buligir, alias kagak make sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya, Islam datang menyempurnakan aturan manusia dalam berpakaian. Jilbab salah satunya, adalah ajaran Islam yang memberikan kehormatan kepada kaum wanita dalam berpakaian. Jadi, kalo sekarang masih ada anak puteri yang kagak pake jilbab, itu artinya masih �kagum’ dengan kebudayaannya Homo Soloensis dan Pythecantropus Erectus yang masih primitif, alias kuno. Gubrag! (yang tersinggung dilarang bangga)

Lha, pacaran apa hubungannya dengan kuno dan modern? Sabar dulu sobat. Begini, sebelum Islam datang sebagai agama penyempurna bagi kehidupan manusia, kehidupan di masa jahiliyah dulu rusak banget. Salah satunya dalam pergaulan. Mungkin, kalo kita mau kejam, seperti dunia binatang. Kok bisa sih? Iya, soalnya hubungan antara pria dan wanita di masa jahiliyah dulu kagak ada aturannya. Main seruduk, main selonong sana selonong sini. Suka-suka aja gitu lho. Waduh!

Sobat muda muslim, itulah sebabnya kenapa kita bilang bahwa pacaran adalah aktivitas kuno dan sekaligus norak. Lihat saja model gaul anak muda sekarang (termasuk paling banyak di antaranya adalah remaja muslim) makin tak terkendali alias liar banget. Kata seorang teman, remaja sekarang dalam bergaul dengan lawan jenisnya menggunakan prinsip 3T; ta’aruf (saling mengenal), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk (terjemahkan dan tafsirkan sendiri deh, he..he..he..). mentang-mentang saling cinta dan saling sayang, lalu merasa halal aja main elus, main peluk, main tendang, main cekik, dan main banting (smackdown kali yee…? He..he..he..) Jadi, pacaran memang aktivitas yang deket-deket banget dengan z-i-n-a. Naudzubillahi min dzalik!

Benar banget sobat, kita ngeri deh dengan perkembangan gaul remaja sekarang. Remaja yang awam memang paling banyak melakukan aktivitas baku syahwat yang diharamkan Islam ini, but nggak sedikit yang ngakunya anak masjid juga jadi aktivis pacaran. Wackss… kacau-beliau dong? Begitulah…

Hmm…, kamu yang masih pacaran dan lagi seneng-senengnya bermesraan bareng gandengan kamu, pastinya bakalan sutris baca tulisan ini. Mungkin juga tuh sumpah serapah bakalan keluar dalam mulut kamu. Tapi inget sobat, justru lebih parah kalo kagak ada yang mau susah payah ngingetin kita-kita. Sebab, sebagai manusia kita selalu nggak lepas dari kesalahan. Di sinilah perlunya kita saling menasihati dan ngingetin satu sama lain. Tul nggak? Jadi, jangan marah ya kalo kita ngingetin kamu, meski dengan sindiran.

Kenapa sih pada pengen pacaran?
Bener. Kenapa sih kamu-kamu pada pengen ngelakuin pacaran? Apa enaknya pacaran? He..he..he.. jangan bingung dulu Mas, kita coba bantu ngasih bocorannya. Ada beberapa alasan yang bisa kita telusuri di balik maraknya aktivitas ilegal dalam ajaran Islam ini:

Pertama, biar disebut dewasa. Banyak teman remaja yang melakukan pacaran, biar disebut udah dewasa. Maklum aja, aktivitas baku syahwat itu kayaknya ganjil banget kalo dilakukan oleh bocah cilik. Selain ganjil, anak kecil nggak pantes ngelakuin pacaran.

Sobat muda, secara biologis boleh jadi kamu dewasa. Kamu yang cowok udah mimpi basah, tubuhmu udah mulai memproduksi sel sperma, suaramu pun udah berubah jadi berat, udah tumbuh rambut di sana-sini, jakunmu pun mulai kelihatan. Kamu yang puteri, sudah mulai haidh, tubuhmu udah memproduki sel telur, beberapa bagian tubuh mengalami pertumbuhan pesat. Itu secara fisik. Dan itu nggak salah kamu disebut dewasa.

Tapi, ukuran dewasa nggak selalu ditentukan dengan perubahan fisikmu, tapi ditentukan pula dengan cara kamu berpikir dan cara kamu bersikap. Nah, dewasa dalam berpikir dan bersikap harus kamu miliki juga dong. Sebab, banyak orang mengaku udah dewasa, tapi ternyata nggak bisa atau belum bisa berpikir dewasa. Seperti apa sih berpikir dewasa? Kamu berani bertanggung jawab dan bisa menentukan masa depan kamu sendiri. Dengan cara yang benar tentunya. Itu baru dewasa.

Itu sebabnya, kalo kamu menganggap bahwa untuk bisa dikatakan udah dewasa adalah dengan melakukan pacaran, berarti kamu sebetulnya belum bisa dikatakan dewasa, terutama dalam berpikir dan bersikap. Why? Sebab, aktivitas pacaran jelas mendekati zina. Dan itu dosa. Jika kamu masih tetap melakukannya, itu artinya kamu belum tahu arti sebuah kedewasaan. Padahal, orang yang berpikir dan bersikap dewasa, akan lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Nggak asal jalan aja. Tapi penuh perhitungan, bila perlu mengkalkulasi untung-rugi dari sebuah perbuatan yang kamu lakukan. Sebab, itulah yang namanya bertanggungjawab. Lha, yang pacaran? Rata-rata cuma seneng-seneng aja tuh. Berarti nggak punya prinsip dong? Berarti belum dewasa dong? Tepat. Kejam amat ya?

Kedua, having fun. Walah, ini juga asal-asalan. Tapi inilah kenyataan yang kudu kita hadapi. Banyak teman remaja yang mengaku bahwa alasan melakukan pacaran sekadar having fun aja. Sekadar bersenang-senang. Nggak punya alasan lain. Barangkali teman remaja yang begitu menganggap bahwa pacaran sekadar hiburan di masa sulit dan obat stres saat menghadapi persoalan hidup.

Bisa jadi, teman-teman remaja yang nggak mendapatkan kasih sayang di rumah, karena kebetulan orangtuanya jarang di rumah, ia nyari kesenangan di luar. Bisa dengan kekasihnya (baca: pacaran), bisa juga lari ke minuman keras dan narkoba. Di rumah sumpek, maka pelampiasan untuk mencari kesenangannya lewat pacaran. Pacaran sering diyakini sebagai obat mujarab untuk menghilangkan stres. Gimana nggak senang, wong, jalan berdua, mojok berdua, bisa curhat, bisa menikmati hidup ini dengan nyaman dan tenang.

Benarkah pacaran selalu memberikan kesenangan? Ternyata nggak tuh. Banyak pasangan yang pacaran justru cek-cok melulu. Belum lagi kalo beda ambisi. Maklum masih pada muda, emosinya masih meletup-letup. Jadi, gimana mau senang-senang jika tiap hari �panas’ melulu. Nggak banyak sih yang begitu, tapi tetap, bahwa alasan berpacaran semata untuk having fun, juga nggak dibenarkan. Baik secara hitung-hitungan logika, apalagi hukum syara.

Ketiga, pacar sebagai motivator dan katalisator. Duh, emangnya pacaran sejenis suplemen, pake menambah semangat segala? Tapi itulah yang terjadi. Alasan yang asal-asalan memang. Namun inilah yang juga banyak diakui teman remaja. Ada yang ngedadak jadi getol dateng ke sekolah en rajin belajar. Rela datang lebih awal ke sekolah. Tujuannya, biar bisa berlama-lama dengan sang gacoan. Maklum, kalo di sekolah sang gebetan ada, rasanya muncul semangat untuk belajar. Ah, yang benar nih? Jangan ngigau begitu, ah!

Benarkah pacaran bisa tambah semangat belajar? Naga-naganya sih alasan itu cuma direkayasa. Coba aja kamu pikirin, gimana bisa belajar jadi getol kalo di sekolah aja yang diingetin cuma kekasihnya. Boleh jadi pelajaran yang diikuti di kelas memantul sempurna, karena otaknya udah full dengan memori tentang sang kekasih hati. Lagi pula, yang berhasil jadi juara kelas or juara umum di sekolah bukan karena mereka pacaran. Kalo memang pacaran nambah semangat untuk belajar, harusnya semua yang pacaran tambah pinter, karena belajar terus. Buktinya? Justru yang pacaran selalu bermasalah dalam belajarnya.

Memang sih ada satu-dua yang pacaran tapi prestasinya tetep bagus. Tapi itu bukan jadi alasan lho untuk kamu teladani. Sebab, puluhan, atau mungkin ratusan remaja yang pacaran, justru prestasi akademiknya jeblok. Yang pinter itu pun, karena emang otaknya tokcer banget. Selain memang mereka nggak nafsu-nafsu amat untuk pacaran. Karena doi biasanya lebih mementingkan belajar. Nah lho?

Jadi, emang nggak ada pengaruh secara signifikan sih antara pacaran dan prestasi belajar. Nggak ada. Itu mah, cuma alasan klise alias dibuat-buat aja untuk melegalkan ajang baku syahwat yang dilarang itu. Tapi sejujurnya, pendapat kita neh, yang udah-udah, makin kuat pacarannya, biasanya malah makin malas belajarnya. Ngaku aja deh. (Idih kayak interogasi aja ya? He…he…he..)

Tapi terlepas dari itu semua, entah pacaran itu bisa menumbuhkan semangat belajar atau malah memadamkan semangat belajar, tetep aja perbuatan tersebut haram untuk dilakukan. Karena ukuran manfaat dan mafsadat (keburukan) bukan dinilai oleh kita. Kita, kaum muslim, diajarkan untuk melakukan perbuatan yang ihsan. Jadi, bukan yang terbanyak amalnya yang akan dinilai oleh Allah, tetapi yang terbaik amalnya. Baik niat maupun caranya. Dua-duanya kudu sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah Swt.:

?„???????¨?’?„???ˆ???ƒ???…?’ ?£?????‘???ƒ???…?’ ?£???­?’?³???†?? ?¹???…???„?§?‹
“…supaya Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.â€? (TQS al-Mulk [67] : 2)

Seorang ulama yang hidup di masa Abdul Malik bin Marwan, Sa’id bin Jubair, pernah mengatakan: “Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, dan tidak akan diterima perkataan, amal dan niat kecuali disesuaikan dengan sunnah Nabi saw.�

Saking pentingnya ihsan dalam beramal ini, Imam Malik mengatakan: “Sunnah Rasulullah saw itu ibarat perahu nabi Nuh. Siapa yang menumpanginya ia akan selamat; sedangkan yang tidak, akan tenggelam.�

Nah, meskipun niatnya bagus untuk menambah semangat belajar (mungkin ikhlas karena Allah), tapi pacaran adalah perbuatan maksiat. Jadi nggak klop tuh. Nah lho?

Menertawakan pacaran
Sobat muda muslim, kalo melihat teman-teman kamu yang pacaran, kita suka geli dan lucu lho. Kita tertawa. Bener. Abisnya, teman remaja yang aktivis berat pacaran adalah tipe manusia yang suka ngakalin gitu lho. Sebab, alasan-alasan utama mereka berpacaran justru semuanya klise. Intinya, semua itu cuma direkayasa untuk melegalkan aktivitas baku syahwat terlarang itu. Bener. Kagak bohong!

Oke deh, singkat kata, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi “begituan� sama hansip, he..he..he..).

Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya dan dosa itu.

Firman Allah Swt:

?‚???„?’ ?„???„?’?…???¤?’?…???†?????†?? ?????????¶?‘???ˆ?§ ?…???†?’ ?£???¨?’?µ???§?±???‡???…?’ ?ˆ???????­?’?????¸???ˆ?§ ?????±???ˆ?¬???‡???…?’ ?°???„???ƒ?? ?£???²?’?ƒ???‰ ?„???‡???…?’ ?¥???†?‘?? ?§?„?„?‘???‡?? ?®???¨?????±?Œ ?¨???…???§ ?????µ?’?†???¹???ˆ?†??
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS an-N?»r [24]: 30).

Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung� (HR Bukhari)

Jadi, jangan pada nekat pacaran ya? Pacaran itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Kalo pun mungkin ada �manfaat’, tapi itu biasanya cuma diukur dengan penilaian hawa nafsu kita, bukan berdasarkan aturan Allah Swt. Kalo kamu nekat pacaran? Huahaha… udah kuno, norak, dosa lagi. Amit-amit deh. Tinggalin ya..!

(Buletin Studia – Edisi 135/Tahun ke-4/10-03-2003)

(Dikutip dari : http://www.gaulislam.com/pacaran-kuno)

Ketika Cinta Harus Memilih

Posted in Buletin Studia Tahun Ke-empat by abu fikri on the April 19th, 2007


Hidup tanpa cinta rasanya memang garing banget. Pokoknya bete deh. Sangat boleh jadi kehidupan ini dipenuhi oleh mereka-mereka yang berhati batu. Kejam, bengis, dan sejenisnya. Ibarat hidup di jaman Wild Wild West. Kill or be killed. Sadis!

Cinta, bisa tumbuh dan berkembang dalam sebuah kehidupan. Coba kamu perhatiin, ortu kita sayang banget kan sama kita? Kalo nggak sayang mah, kayaknya waktu kita bayi udah dibuang kali tuh. Tapi, alhamdulillah, ortu kita termasuk orang yang mampu memberikan cintanya kepada kita. Harapannya, agar kita bisa tumbuh, juga dengan memiliki rasa cinta.

Sobat muda muslim, cinta tumbuh di setiap makhluk yang bernyawa. Seperti sebuah lagu lawas berirama melayu yang syairnya kayak begini, “Rasa cinta pasti ada, pada makhluk yang bernyawa…./perasaan insan sama, ingin cinta dan dicinta..â€?

Yup, emang nggak ada tema yang abadi untuk dibahas selain masalah cinta. Tengok aja mulai dari lagu, puisi, prosa, sampai film didominasi masalah cinta. Wajar karena cinta adalah perasaan yang universal. Dimana-mana, di seluruh dunia, orang membutuhkan dan menginginkan cinta. Cinta ada pada orang tua yang cinta pada anak-anaknya, anak-anak yang cinta pada orang tuanya, adik dan kakak yang saling menyayangi seperti dalam film Children of Heaven, dan ehm, tentu saja cinta dirasakan oleh sepasang pria dan wanita.

Pendek kata dengan cinta kita bisa memberikan kesegaran dalam hidup seseorang. Kalo kamu ngasih uang seribu perak kepada mereka yang membutuhkan, itu artinya kamu telah menolong. Kalo bukan dengan rasa cinta, kayaknya nggak bakalan deh kamu tersentuh dengan penderitaannya. Itu sebabnya orang suka bilang bahwa cinta biasanya berbanding lurus dengan pengorbanan. Selalu seiring deh.

Dengan cinta pula, kamu biasanya peduli dengan orang lain. Tegur sapa dengan sesama kita, boleh jadi adalah hal kecil untuk menumbuhkan semangat kebersamaan. Tentunya dalam ikatan cinta di antara kita sebagai manusia. Kita yakin kok, semua manusia itu butuh cinta dan dicintai. Itu sebabnya, peduli adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta. Masing-masing dari kita dalam pergaulan sehari-hari, ogah banget kalo cuma dianggap sebagai bilangan, tapi kita kepengen juga diperhitungkan. Tul nggak?

Tentang kepedulian dan cinta ini, kita bisa meneladani Abdullah bin Amir. Dengan harga sembilan puluh ribu dirham, beliau membeli rumah milik Khalid bin �Uqbah yang berada di dekat pasar. Pada malam harinya, Abdullah mendengar suara tangis keluarga Khalid. Ia pun bertanya, kepada salah satu pelayan rumahnya, “Mengapa mereka menangis?�

“Mereka menangis karena mereka harus meninggalkan rumah yang telah tuan beli siang tadi,� jawab si pelayan.

Mendengar penjelasan itu, Abdullah bin Amir berkata, “Pelayan, katakan kepada mereka bahwa uang harga rumah yang telah mereka terima beserta rumah itu menjadi milik mereka semua.�

Subhanallah, Abdullah bin Amir bin Kuraiz tersebut, yang merupakan salah satu dermawan kota Baghdad telah memberikan teladan kepada kita, betapa rasa rasa peduli dengan nasib sesama membuatnya rela mengeluarkan hartanya. Sikap yang amat jarang bisa kita temukan saat ini. Kepengen juga kayak beliau.

Memiliki cinta? Berbahagialah!
Bang Doel Soembang pernah nyanyi begini, “Cinta itu anugerah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara, bila tak punya cinta�. Nggak mengada-ngada tentunya. Cinta memang penuh makna. Dan bisa memberikan kesenangan kepada yang mendapatkannya. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkomentar tentang cinta, “Cinta itu bisa mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian yang rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shalih dan cobaan bagi ahli ibadah.�

Sobat muda muslim, jangan salah bahwa cinta bisa berarti sangat luas. Nggak sebatas hubungan antara pria dan wanita saja. Seperti yang udah dijelaskan di awal tulisan ini. Cinta, bisa berarti hubungan antara anak dan ortu yang full kasih sayang. Bisa juga berarti saling mencintai dan menyayangi dengan teman, bisa juga saling menumbuhkan rasa cinta di antara saudara, dan lain sebagainya. Pokoknya luas deh, termasuk cinta kita kepada harta, jabatan, tempat tinggal, kendaaraan, dan yang utama cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah saw. bahkan memberikan teladan bagus kepada kita bagaimana mencintai orang lain dengan tidak pandang bulu. Siapa pun ia, Rasulullah memberikan perhatian, kepedulian, dan tentu cintanya. Ada kisah menarik yang bisa kita simak. Diriwayatkan Abu Hurayrah (Nailul Awthar, 4: 90): “Ada seorang perempuan hitam yang pekerjaannya menyapu masjid. Pada suatu hari, Nabi saw. tidak menemukan perempuan itu. Nabi saw. menanyakan ihwalnya. Para sahabat mengatakan bahwa ia telah mati. Ketika Nabi menegur mereka kenapa tidak diberitahu, para sahabat mengatakan bahwa perempuan itu hanya orang kecil saja. Kata Nabi saw., “Tunjukkan aku kuburannya.� Di atas kuburan itu Nabi melakukan shalat untuknya.�

Subhanallahu, sungguh mulia sekali Nabi kita. Ia memberikan teladan yang amat bagus bagi hidup kita. Dalam kesehariannya, Rasul sangat menghormati para sahabatnya. Ambil contoh, suatu hari Abdullah al-Banjaliy tidak kebagian tempat duduk saat menghadiri majlis Rasulullah. Mengetahui hal itu, Rasul lalu mencopot gamisnya dan mempersilakan sahabatnya itu untuk duduk. Tapi Abdullah al-Banjaliy tidak mendudukinya, malah mencium baju Rasulullah dengan air mata yang berlinang, “Ya Rasulullah, semoga Allah memuliakanmu, sebagaimana Anda telah memuliakanku,� komentar Abdullah.

Hmm.. kira-kita kita begitu nggak sama teman kita? Kadang, di antara kita suka ada yang merasa sok sibuk mikirin ummat, sampe-sampe lupa untuk sekadar menyapa kepada teman kita, “Apa kabar?� Padahal, hal �sepele’ itu bisa menumbuhkan kecintaan juga lho. Bener. Jangan dikira kagak ada efeknya. Pengaruhnya besar lho. Sebab, kepedulian akan menumbuhkan rasa cinta, dan itu bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk bisa menikmati hidup dengan tenang dalam sebuah kebersamaan yang penuh kasih sayang. Nggak percaya? Cobalah kamu lakukan. Siapa tahu kepedulian kamu akan bisa membuat temanmu merasa bahagia. Ditanggung antimanyun deh. Suer.

Itu semua karena cinta sodara-sodara. Sungguh, berbahagialah orang yang memiliki cinta dan memberikannya kepada orang lain. Bahkan bila perlu korbankan segala yang kita miliki dan cintai. Sekali lagi, berbahagialah mereka yang memiliki cinta.

Prioritas cinta kita…
Adakalanya kita sulit menentukan pilihan, bahkan sekadar membuat urutan prioritas sekali pun. Bener, kita kadang bingung kalo disodorkan berbagai pilihan yang kudu diambil salah satu. Apalagi semua pilihan itu memikat. Rasanya sayang kalo sampe nggak diambil. Tapi, dalam kondisi tertentu kita dituntut untuk bisa menentukan prioritas cinta kita. Untuk apa dan kepada siapa. Siap kan?

Dari semua cinta yang kita miliki, pastikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menempati daftar utama dalam kehidupan kita. Yang lainnya; cinta harta, kendaraan, jabatan, status sosial, tempat tinggal, perusahaan, barang dagangan, bahkan cinta kita kepada keluarga, dan suami atau istri (bagi yang udah punya he..he..) harus rela untuk �dikesampingkan’. Allah Swt. berfirman:

?‚???„?’ ?¥???†?’ ?ƒ???§?†?? ?????§?¨???§?¤???ƒ???…?’ ?ˆ???£???¨?’?†???§?¤???ƒ???…?’ ?ˆ???¥???®?’?ˆ???§?†???ƒ???…?’ ?ˆ???£???²?’?ˆ???§?¬???ƒ???…?’ ?ˆ???¹???´?????±???????ƒ???…?’ ?ˆ???£???…?’?ˆ???§?„?Œ ?§?‚?’?????±?????’?????…???ˆ?‡???§ ?ˆ???????¬???§?±???©?Œ ?????®?’?´???ˆ?’?†?? ?ƒ???³???§?¯???‡???§ ?ˆ???…???³???§?ƒ???†?? ?????±?’?¶???ˆ?’?†???‡???§ ?£???­???¨?‘?? ?¥???„?????’?ƒ???…?’ ?…???†?? ?§?„?„?‘???‡?? ?ˆ???±???³???ˆ?„???‡?? ?ˆ???¬???‡???§?¯?? ?????? ?³???¨?????„???‡?? ?????????±???¨?‘???µ???ˆ?§ ?­?????‘???‰ ?????£?’???????? ?§?„?„?‘???‡?? ?¨???£???…?’?±???‡?? ?ˆ???§?„?„?‘???‡?? ?„?§?? ?????‡?’?¯???? ?§?„?’?‚???ˆ?’?…?? ?§?„?’?????§?³???‚?????†??
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.â€? (at-Taubah [9]: 24)

Untuk masalah ini, Rasulullah pantas dan layak menjadi teladan kita. Maka jangan heran jika Aisyah ra. bercerita tentang Rasulullah saw. setelah didesak oleh Abdullah bin Umar. Apa yang diceritakan Ummul Mukminin?

Beliau menceritakan sepotong kisah bersama Rasulullah saw. (Tafsir Ibnu Katsir, I: 1441): “Pada suatu malam, ketika dia tidur bersamaku dan kulitnya sudah bersentuhan dengan kulitku, dia berkata, “Ya, Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabbku.� Aku berkata, “Aku sesungguhnya senang merapat denganmu, tetapi aku senang melihatmu beribadah kepada Rabbmu.�Dia bangkit mengambil gharaba air, lalu berwudhu. Ketika berdiri shalat, kudengar dia terisak-isak menangis. Kemudian dia duduk membaca al-Quran, juga sambil menangis sehingga air matanya membasahi janggutnya, ketika dia berbaring, air matanya mengalir lewat pipinya mambasahi bumi di bawahnya. Pada waktu fajar, Bilal datang dan masih melihat Nabi saw. menangis,�Mengapa Anda menangis, padahal Allah ampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang kemudian?� tanya Bilal. “Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur. Aku menangis karena malam tadi turun ayat Ali Imran 190-191. Celakalah orang yang membaca ayat ini dan tidak memikirkannya.�

Memang, adakalanya kita sulit banget menentukan pilihan utama di antara sekian pilihan yang semuanya bagus bagi kita. Tapi, di sinilah jiwa berkorban kita diuji. Apakah kita lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya, atau memilih mencintai yang lain?

Sobat muda muslim, para sahabat Rasulullah juga memberikan teladan bagus buat kita. Khalid bin Walid salah satunya, beliau sampe berkomentar begini, “Malam yang dingin saat memimpin pasukan dalam sebuah ekspedisi untuk menghancurkan musuh-musuh Allah, lebih aku sukai ketimbang mendapatkan seorang bayi laki-laki yang baru lahir.� Subhanallahu, bukankah itu pelajaran yang amat berharga bagi kita tentang prioritas cinta?

Di Uzbekistan, saudara kita, para pengemban dakwah di sana, lebih memilih berhadapan dengan diktator Islam Abdulghanievic Karimov, ketimbang �serah bongkokan’ alias mengalah kepada pemimpin jahat dan bengis itu. Banyak para pengemban dakwah yang kebanyakan para pemuda dikejar, ditangkap, dipenjara, dan tak sedikit yang kemudian dibunuh. Penjaranya nggak tanggung-tanggung, sobat. Penjara itu berada di suatu pulau di tengah laut Aral. Cukup? Belum! Tempat itu disebut Barisah Kilmaz alias “mereka yang pergi ke sana tak akan kembali�. Pulau itu adalah tempat pembuangan sampah nuklir! Ngeper? Oh, Tidak! Para pemuda di sana malah tambah semangat dan yakin dengan jaminan surga dari Allah swt. Karena membela agama-Nya. Semangat membela? Islam lah yang menenggelamkan rasa takut dan keraguan. Cinta kepada Allah di atas segalanya. Sungguh luar biasa semangat mereka. Patut dicontoh.

Teman pembaca, jika kita harus memilih cinta, pilihlah yang utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Boleh kok kita mencintai yang lainnya, asal jangan melupakan Allah dan Rasul-Nya. Yuk, mulai sekarang kita belajar untuk mencintai Allah, Rasul-Nya, dan Islam dengan sepenuh hati kita. Insya Allah kita bisa kok. Yakin deh.
?
(Buletin Studia – Edisi 137/Tahun ke-4/24 Maret 2003)

(DIkutip dari : http://www.gaulislam.com/ketika-cinta-harus-memilih)